Data Informasi Vaksinasi COVID-19 Kab. Pekalongan

Update Terakhir : 2021-09-09 18:50:47
Kategori Dosis 1 Dosis 2
110.90% 10 Orang
99.61% 4 Orang
110.90% 10 Orang
99.61% 4 Orang
16.26% 21 Orang
13.36% 18 Orang
7.10% 50 Orang
3.20% 24 Orang
19.90% 26 Orang
20.11% 30 Orang

Jadwal Vaksinasi Kabupaten Pekalongan

Pertanyaan Yang Sering Ditanyakan

Para pakar memang tidak menganjurkan pilah-pilih Vaksin. Tetapi dengan adanya beragam jenis vaksin COVID-19 saat ini, orang-orang dengan kondisi tertentu jadi lebih punya pilihan.

Diantaranya adalah orang-orang dengan Immunocompromised, yang tidak bisa mendapatkan jenis vaksin tertentu. Demikian juga dengan Ibu Hamil, yang memang hanya punya dua pilihan jenis vaksin yang aman, yakni mRNA dan Inactivated Virus

Perlu. Karena ketika seseorang berada di luar rumah, akan ada banyak sekali ancaman penularan virus. Sesuai rekomendasi dari WHO, semua orang (baik yang sakit maupun yang sehat) perlu menggunakan masker. Masyarakat umum, dapat menggunakan masker berbahan dasar kain. Penggunaan masker kain tidak lebih dari 4 (empat) jam. Setelahnya, masker harus dicuci menggunakan sabun dan air, serta dipastikan bersih sebelum dipakai kembali. Masker bedah atau masker N95 hanya untuk tenaga kesehatan (karena terbatas). Lindungi diri kita dengan cara : semua orang menggunakan masker saat keluar rumah

Tidak disarankan atau sebaiknya ditunda. Penundaan ini bukan berarti ketika kita sedang flu kemudian menerima vaksin, maka resiko efek samping yang akan dirasakan semakin besar. Menurut Pakar Penyakit Menular, Amesh A Adalja, MD "Apabila Anda sedang mengalami gejala penyakit pernapasan bagian atas seperti (Flu, Pilek ataupun Batuk) dikhawatirkan sedang terkena COVID-19. Maka dari itu, sebaiknya pasien menunda untuk melakukan vaksinasi"

Salah satu platform yang disebut memiliki efikasi yang tinggi adalah vaksin berbasis mRNA. Sedikitnya 2 jenis vaksin yang berbasis mRNA, yaitu Moderna dan Prizer.

Sama seperti jenis vaksin lainnya, vaksin COVID-19 juga memiliki risiko efek samping. Efek samping yang paling umum terjadi adalah nyeri dan bengkak di area bekas suntikan, kelelahan, sakit kepala, dan demam. Namun, sebagian besar reaksi efek samping tersebut bersifat sementara dan akan hilang dalam beberapa hari. Meski sangat jarang, vaksin COVID-19 juga bisa menimbulkan efek samping berbahaya, seperti reaksi alergi, sesak napas, dan anafilaksis. Itulah sebabnya setelah disuntik vaksin, kamu akan diminta untuk tidak pulang dulu, setidaknya 30 menit, untuk memastikan tidak ada efek samping parah. Setelah mendapatkan vaksin, kamu juga harus selalu menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah COVID-19, seperti memakai masker, menjaga jarak fisik dari orang lain, dan rutin mencuci tangan. Kemudian, persiapkan diri untuk vaksinasi kedua. Vaksin COVID-19 harus diberikan dalam 2 dosis, dan jadwal pemberian vaksin COVID-19 kedua adalah 2 minggu setelah pemberian vaksin dosis pertama.